Oleh: yellowcity | Juli 1, 2008

DONGENG ENTENG MANG JAYA

radioPas kemarin pulang ke Kuningan, tak sengaja mendengar di salah satu angkot 03 ada yang sedang menyetel radio, kebetulan sudah menjelang sore, jam siarannya Mang Jaya. Sayup-sayup terdengar suara Mang Jaya yang sudah lama tidak saya dengar, hampir terlupakan. Dulu waktu saya kecil saya sangat suka dongeng-dongeng yang disajikan oleh Mang Jaya, hampir tak pernah ketinggalan. Di rumah, sambil nungguin Mamah masak, biasanya sambil tidur-tiduran nundutan sambil mendengarkan dongeng Mang Jaya ini. Abong dongeng teh saurna mah identik dengan ngabobodo budak cengeng ceunah. Tapi tetep aja jadi favorit soalna judulna oge dongeng enteng pangbeberah manah ( penghibur hati).

penyiar Dongeng enteng Mang Jaya sempat menjadi top stories pada awal 90-an di kota Kuningan. Setiap rumah yang mempunyai radio kala itu sudah siap stand by untuk stay tune di radio kesayangan Rasilma (Radio Siaran Linggarjati Utama) tiap jam 11 siang dan jam 3 sore tak ketinggalan juga yang jam 8 malam. Semua siap-siap menungu-nunggu kelanjutan cerita serial yang kian membuat penasaran. Maklum saja pada masa itu siaran Televisi belum seperti sekarang yang menawarkan banyak pilihan. Dengan setia para pendengar menikmati cerita dongeng dalam bahasa Sunda yang dialognya disampaikan sendiri oleh Mang Jaya. Kepandaiannya mengubah-ubah jenis suara menjadi laki-laki, perempuan, tua, muda sesuai karakter tokoh dalam dongeng menjadikan Mang Jaya sebagai masterpiece dunia perdongengan. Dengan piawai Mang Jaya menyihir para penyimaknya kedalam cerita dongeng yang dibawakannya. Genre dongeng yang dibawakannya macam-macam mulai dari cerita misteri, romantika percintaan, epik dunia persilatan pokoknya nggak bikin bosen. Kata-kata yang khas yaitu sebelum commercial break pasti Mang Jaya selalu bilang ngaso heula ah. Bahkan yang membuat saya salut iklannya juga langsung disampaikan sama Mang Jaya sendiri, jadi praktis satu jam itu khusus acaranya Mang Jaya sendirian.

Kini di rumah sudah tidak lagi ada yang mendengarkan dongeng-dongeng Mang Jaya. Mungkin karena kesibukan masing-masing yang membuat kita tidak bisa setia mengikuti jalannya dongeng dari awal, sehingga pas mendengarkan ceritanya jadi sedikit gak nyambung. Sampai lambat laun dongeng-dongeng Mang Jaya terlupakan. Tapi yang pasti Abah Wiarta sama Ma Anah tetangga depan rumah, tetap menjadi pendengar setia dongeng Mang Jaya. Kalo lagi jam-jam siarannya Mang Jaya pasti volume radio di fullin sampai mentok. Maklum kedua pasangan suami isteri yang kini tinggal hidup berdua ini, pendengarannya agak kurang jadi biar lebih jelas katanya. Sampai-sampai bila kita ketok-ketok pintu nggak bakalan kedengaran, kecuali digedor yang keras berulang-ulang. Meskipun sudah ada TV, tetap saja Abah Wiarta akan mematikan Tv-nya demi menikmati siaran radio kesayangannya ini. Jadi kalo pas waktu malam kita denger suara keras gamelan Sunda , itu tandanya konser Mang Jaya akan segera dimulai.

About these ads

Responses

  1. sami a abi ge sono hoyong ngadangukeun duei dongeng mang jaya,gaduh format mp3 na?,kintun2 pami aya


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: