Oleh: yellowcity | Juli 1, 2008

MENIT AH !!!

Pas baru masuk kampus bingung juga cari teman yang orang Sunda padahal kampus saya kan berada di Bandung, logikanya harusnya gampang cari temen orang Sunda, namun kenyataannya hampir 60% mahasiswanya adalah orang Jawa. Jadi mau tak mau kalo ngomong harus pake bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Untung teman satu kamar di asrama ada yang orang Sumedang dan satu lagi orang Bandung, kebetulan satu kamar asrama itu isinya 8 orang, jadi rame pisan. Terbiasa kalo di Kuningan kalo ceplas ceplos bercanda kan lebih enak kalo pake bahasa Sunda. Tapi meskipun sama-sama orang Sunda bukan berarti komunikasi bisa berjalan dengan lancar begitu saja. Kadang ada beberapa kata yang kurang dimengerti, jadi kita cuma bisa bengong aja apa ya kira-kira artinya.

Kata teman yang orang Sumedang itu justru merasa bahasa Sunda sayalah yang agak aneh. Misalnya kalo saya ngajak makan, biasanya saya bilang Emam heula beu !! . Teman saya bilang naon ari beu teh. Saya jelaskan itu adalah semacam kata ajakan, seperti hayu lah. Terus pernah juga pas saya sakit kepala, saya bilang menit euy ?. terus dia merasa heran menit !! Oh tidaaaak ?? Nggak ngerti juga menit itu apa? Perasaan dari Cibingbin sampe Mandirancan, dari Darma sampe Cilimus semua tau menit itu apa. Dia baru tahu sesudah saya kasih penjelasan kalo menit itu sama dengan jangar, rieut, nyeri hulu etc. Terus ada juga yang lucu untuk nama-nama makanan terutama gorengan misalnya nggak ada yang tahu gemet alias dage saemet disini harus bilang comro(oncom dijero), pia-pia jadi bala-bala, goreng boled jadi goreng hui, aci(doang) jadi cireng(aci digoreng), kalau gemblong apa ya? Malahan sebenarnya mah orang Kuningan itu sakti-sakti, giginya kuat-kuat masa beca bisa juga dimakan?

Suatu ketika pas ketemu teman alumni satu SMA Kuningan di Bandung ternyata pengalamannya pun hampir sama. Mungkin perbedaan bahasa itu yang lebih dikenal sebagai bahasa wewengkon, yaitu bahasa yang berlaku untuk daerah lokal tertentu saja. Kata temenku itu juga, sangat mudah untuk mengidentifikasi orang Kuningan dari bahasanya kalau kita pas ada di angkot atau ditempat umum di Bandung ini, selain yang di sebutkan diatas tadi, tambahnya orang Kuningan kalau janji ato sumpah pasti ngomong daek gondok. Bener gak? Duka lah menit!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: