Oleh: yellowcity | April 19, 2012

Batik Paseban Cigugur

Menggali nilai budaya tradisional merupakan komitmen yang ditumbuhkembangkan di tataran masyarakat Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hal inilah yang membuat masyarakat Cigugur tetap eksis dalam budaya lokalnya ditengah arus budaya lain yang hadir dalam era global.

Hadirnya Batik Paseban Cigugur merupakan satu fenomena menarik untuk dikaji. Batik Paseban Cigugur telah dirancang dalam enam tahun terakhir ini di sebuah pusat pengembangan budaya Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur. Konsep Batik Paseban Cigugur diambil dari sebagian relief dan seni ukir khas yang terdapat di Paseban Tri Panca Tunggal yang juga merupakan seni relief dan ukir klasik yang sarat dengan nilai filosofi.

Mengingat Gedung Paseban sendiri merupakan monument sejarah yang telah berdiri sejak tahun 1840, didirikan oleh Pangeran Madrais Sadewa Alibassa Kusumah Wijaya Ningrat seorang putra mahkota Pangeran Gebang yang mengungsi ke desa Cigugur dikarenakan  dihancurkannya Kesultanan  Gebang oleh Belanda yang dianggap sebagai pemberontak dalam misi-misi penjajah, karena mereka memegang teguh nilai-nilai nasionalisme, kemanusiaan dan budaya tradisi bangsa.

Lahirnya Batik Paseban Cigugur di prakarsai oleh Pangeran Djatikusumah sebagai cucu atau keturunan ke III dari Pangeran Madrais. Beliau memberikan konsep batik Paseban Cigugur kepada seniman-seniman yang ada di sekitar Paseban. Selama enam tahun  terkumpul lebih dari 200 motif, maka  sejak bulan Juni 2006 dimulai pelatihan-pelatihan membatik pada masyarakat sekitar. Pada tanggal 15 Oktober 2006 Batik Paseban Cigugur diresmikan lahir dan  menyemarakan seni adiluhung batik tulis bangsa ini.

Hal ini  bertujuan pula untuk memperkenalkan lebih jauh kepada masyarakat mengenai nilai-nilai filosofi dalam penerapan yang berbeda yang dapat dilihat dalam seni batik tulis yang dapat memberikan  arti baru yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

Motif Batik Paseban

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

sumber:  kuningannews.com

 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: